Sudah jalan 2 tahun lamanya sejak Covid-19 melanda, tentu tidak terhitung berapa macam keluhan yang disampaikan berbagai pihak kepada pemerintah karena beberapa persoalan yang masih belum ditemui ujung tal penyelesaiannya. Salah satunya keluhan pelajar-pelajar Indonesia yang merasa banyak tertinggal, kewalahan dengan daring yang dinilai kurang efektif jika dibandingkan dengan tatap muka yang biasanya kita lakukan, kebanyakan pelajar mengalami penurunan semangat belajar karena kebingungan harus mulai belajar kembali dari mana setelah mengalami ketertinggalan materi karena kurang paham di waktu sebelumnya atau karena sibuk menyalin jawaban tugas temannya dengan adanya beberapa pengajar yang memberi tugas tanpa memastikan bahwa siswa betul-betul paham dengan materi yang sudah diberikan.

Berbagai upaya dilakukan agar pelajar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik, salah satunya adalah pelaksanaan blended learning melakukan penggabungan antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online. Upaya ini telah dilakukan oleh beberapa sekolah dan salah satunya adalah sekolah saya, dan hal ini dinilai memberikan kemajuan yang bagus terhadap peningkatan pemahaman belajar teman-teman saya, terlebih siswa dapat berkomunikasi secara langsung dengan pengajar apabila ada beberapa hal yang sulit disampaikan secara daring.

Tentunya untuk melakukan blended learing ini dibutuhkan usaha yang lebih besar karena masih adanya pandemi yang berlangsung di sini, salah satunya adalah memastikan bahwa setiap ruangan pembelajaran tetap bersih dengan dilakukannya penyemprotan desinfektan sebelum memulai pembelajaran, menyediakan hand sanitizer diberbagai lingkungan sekolah, melakukan pengecekan suhu badan sebelum masuk ke lingkungan sekolah, dan mengurangi kapasitas murid dalam satu kelas. Tentu saja tidak lupa dengan peraturan menjaga protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak setiap tempat duduk siswa, siswa juga dihimbau untuk membawa bekal dan minuman dari rumah masing-masing.

Meskipun hal ini masih dilakukan secara bergiliran mengingat dengan adanya pengurangan kapasitas pelajar dalam satu ruangan pembelajaran, tetapi dengan adanya pembelajaran tatap muka selama seminggu ini sudah dapat membantu pihak guru-guru mau pun para siswa. Guru-guru dapat memilih beberapa inti materi yang menjadi prioritas untuk tatap muka, disamping itu para siswa juga mengalami peningkatan pemahaman pembelajaran yang baik juga.

Pelaksanaan blended learning ini sangat bergantung dengan peran-peran yang dimiliki para orangtua siswa, satgas kesehatan, guru juga dengan komite sekolah. Diperlukan diskusi yang baik agar orangtua siswa dapat bekerja sama dalam melakukan pembelajaran tatap muka, guru-guru juga harus selalu mengingatkan setiap siswa agar tetap mematuhi protokol kesehatan selama pembelajaran berlangsung sampai seluruh siswa diperbolehkan pulang ke rumah, satgas kesehatan juga harus terus memastikan bahwa semua peralatan seperti hand sanitizer maupun hal-hal yang berkaitan tersedia dengan baik, juga komite sekolah yang harus memberi dukungan dalam pembelajaran tatap muka ini pun berperan penting dalam berlangsungnya blended learning ini.

Selain harus memperhatikan keberlangsungan pembelajaran tatap muka ini, pihak sekolah pun juga harus memerhatikan upaya-upaya agar pembelajaran online pun semakin efektif, salah

satunya adalah penggunaan zoom yang dilakukan dalam pembelajaran, dengan adanya file presentasi yang dibuat oleh guru mata pelajaran juga memberikan dampak baik dalam peningkatan pemahaman pembelajaran siswa, penggunaan pesan suara dalam mengajar suatu materi yang dilakukan pada grup percakapan dan membuat video untuk sebuah materi pembelajaran juga membuat pembelajaran secara online ini semakin membaik. Selain itu ditambah lagi dengan adanya fitur google form pada google classroom yang tentunya akan mempermudah guru  dalam melakukan penilaan saat ujian harian secara online berlangsung.

Guru-guru juga memberikan saran-saran aplikasi dan platform-platform yang akan banyak meningkatkan pemahaman murid lebih baik lagi saat pembelajaran tatap muka tidak dapat dilakukan, dikarekan sudah banyaknya platform-platform media pembelajaran online yang ingin ikut berkontribusi dalam hiruk piruk pembelajaran daring ini, salah satunya adalah dengan memberikan video pembelajaran online secara gratis atau pun live-class yang gratis pula, dimana permasalahan tentang jaringan yang kurang mendukung ataupun pelajar yang harus mengulang beberapa kali penyampaian materi untuk dapat mengerti sebuah materi sudah dapat teratasi di sini, pelajar dapat dengan mudah mengulang-ngulang video pembelajaran materi atau rekaman live-class yang terlewat, banyaknya aplikasi-aplikasi pendukung pembelajaran jarak jauh menimbulkan kompetisi agar dapat menjadi aplikasi yang paling bisa diandalkan dan disukai banyak orang, beberapa aplikasi seperti Zenius, Ruang guru, Pahamify, Skola dan aplikasi-aplikasi lainnya sudah sangat maju dan berlomba-lomba memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

Tidak hanya itu, selain video pembelajaran ataupun live-class yang banyak membantu pelajar dalam memahami materi sekolah, terdapat juga aplikasi-aplikasi yang menyediakan jawaban untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kurang dimengerti. Hanya dengan mengetik ulang atau memotokan soal yang kurang dipahami, pelajar dapat dengan mudah mengakses jawaban dan pembahasannya. Aplikasi seperti ini mengalami banyak sekali kemajuan semenjak pandemi dimulai, aplikasi seperti Co-Learn, Roboguru, Photomath sudah sangat baik dan bisa diandalkan dalam hal ini.

Pelajar juga dapat berbagi keluh-kesah ataupun kebingungan yang dialami dalam belajar melalui platform Twitter lewat akun-akun seperti @schfess atau @sbmptnfess maupun akun-akun lainnya, kamu dapat saling mention pada beberapa topik tweet yang mungkin kamu juga masih bingung atau bahkan kamu lebih tahu sehingga bisa memberi informasi kepada followers akun tersebut.

Bahkan tidak sampai disitu, jika kamu beruntung, kamu bisa mendapatkan link discord, yaitu platform dimana kamu bisa saling berdiskusi lewat suara atau mengobrol bersama kumpulan pelajar lainnya, hebatnya adalah dengan semakin banyak mengetahui bahwa banyak pelajar yang mengalami kesulitan yang sama tetapi memiliki semangat yang berbeda, membuat kamu lebih termotivasi dan ikut tertular dengan semangat-semangat belajar pengguna lainnya.

Selain berinteraksi lewat discord, jika kamu pernah mendengar teknik pembelajaran “pomodoro” dimana kamu belajar untuk lebih fokus dengan membagi waktu 25 menit untuk belajar dan 5 menit untuk beristirahat selama berturut-turut, kamu bisa menemukan aplikasi yang menerapkan teknik tersebut, aplikasi tersebut berupa Study with Us, kamu tidak hanya

mendapatkan  pewaktu     untuk  belajar  dengan  teknik       tersebut, tetapi kamu juga bisa belajar bersama dengan pengguna aplikasi tersebut, dan berinteraksi saat istirahat.

Penggabungan pembelajaran tatap muka dan juga pembelajaran online dalam Blended learning sudah dapat menjadi sangat efektif dikarenakan banyaknya kemajuan platform media pembejaran online yang muncul saat pandemi ini berlangsung, ditambah dengan adanya tatap muka siswa dapat memenuhi kebutuhan untuk berkomunikasi langsung saat pembelajaran atau menanyakan materi yang kesulitan untuk dipahami. Tentu saja, blended learing adalah salah satu solusi agar pemahaman siswa dalam memahami materi pembelajaran dapat meningkat dengan sebaik mungkin dikala pandemi ini masih berlangsung.

 

 

                                                                                       Dinda Aisyah Ramadhania

                                                                                       kelas 12 IPA

Admin

Komentar