KARAWANG – Virus Corona menjadi berita utama diberbagai negara dipenjuru dunia, termasuk Indonesia. Data terbaru pertanggal 18 maret 2020 dalam situs resmi pemerintah ada total 227 kasus, 11 kasus meninggal dunia dan 11 lainnya sembuh. Karawang pun tak luput dari kota yang disinyalir dapat berpotensi menyebarnya virus tersebut, karena karawang merupakan kota Industri yang mana banyak masyarakatnya yang berpergian keluar negeri. Sebagai bentuk kesiapsiagaan dan upaya pencegahan virus corona di kabupaten Karawang, Jawa Barat, akhirnya siswa dari jenjang PAUD hingga SMA/sederajat diliburkan.

Hal ini sebagai tindak lanjut instruksi Bupati Karawang pada 14 Maret 2020 mengeluarkan Surat Edaran Nomor 440/1504/Dinkes Tahun 2020 tentang tindak lanjut pencegahan penyebaran corona virus di Kota Karawang

“Karena Karawang sudah menetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) dan kami mengacu pada beberapa dasar hukum termasuk instruksi Bupati Karawang dan Keputusan Yayasan Harapan Umat Karawang, maka siswa belajar di rumah,” ujar Kepala Sekolah SMPIT Harapan Umat Karawang Dwi Liswantari, Senin (16/3/2020).

Menurut dia, dalam surat keputusan dari Yayasan Harapan Umat Karawang, siswa belajar dari rumah selama 14 hari terhitung sejak Senin (16/3/2020).

Untuk pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan satuan pendidikan atau sekolah tetap melaksanakan tugas dengan menjalankan upaya pencegahan.

Hanya saja, para guru tetap diimbau tetap menjaga kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona di lingkungan sekolah.

Sedangkan bagi siswa yang melaksanakan belajar di rumah 2 minggu, dwi Liswantari menjelaskan sebagai berikut:

1. Siswa melaksanakan proses belajar di rumah sesuai dengan materi pembelajaran dan tugas yang diberikan oleh pendidik.

2. Siswa juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Ini sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona

3. Melakukan Ibadah Sholat 5 waktu, puasa sunah, tilawah Alqur’an dan memperbanyak do’a serta dzikir di rumah masing-masing.

Tugas Pendidik, tugasnya ialah:
1. Untul Wali kelas mengontrol kegiatan belajar siswa dirumah melalui media informasi bekerjasama dengan orangtua siswa.

2. Untuk guru mapel menyusun materi pembelajaran sesuai perencanaan dan jadwal pembelajaran serta memberikan tugas sebagai bahan belajar peserta didik di rumah.

3. Selanjutnya wajib melaporkan hasil pembelajaran dan ibadah siswa dirumah melalui media informasi sekolah.

“Untuk distribusi materi pembelajaran atau tugas bagi siswa, maka pelaksanaannya akan dikoordinasikan dengan orangtua/wali siswa,melalui media informasi (online)” ujar Dwi liswantari.

Admin

Komentar