GURU DADAKAN DI ERA COVID 19

Semakin meluasnya wabah virus corona, banyak beberapa negara menerapkan sistem lockdown. Di Indonesia upaya mengarasi virus corona tersebut baru sebatas penerapan social distancing, yaitu menghindari dari kerumunan atau pertemuan orang banyak.

Dalam dunia pendidikan social distancing dengan cara menghimbau sekolah sekolah untuk meliburkan siswanya (belajar di rumah). SDIT Harapan Ummah menerapkan belajar di rumah selama 14 hari yaitu tanggal 16 – 28 Maret 2020.

Sekolah menyusun kurikulum selama masa social distancing. Dengan bekerja sama dengan orang tua, wali kelas menginformasikan pembelajaran setiap hari dan sebagai feedbacknya orang tua melaporkan kegiatan KBM putra putrinya di rumah. Pembelajaran di rumah tidak hanya akademik saja, tetapi penguatan karakter dan ibadah yaumiyah pun masuk dalam kurikulum.

Pembelajaran online di rumah perlu pendampingan penuh dari orang tuanya, jadi orang tua menjadi guru dadakan bagi putra putrinya. Di tengah kesibukan dengan rutinitas pekerjaan rumah, sang bunda harus meluangkan waktu dalam mendampingi putra putrinya dalam belajar di rumah.

Ada sisi positif yang bisa kita ambil pelajaran dalam mendampingi pembelajaran di rumah :

1. Terciptanya kedekatan orang tua dan anak.
Dalam pendampingan belajar orang tua harus punya waktu khusus dan harus menyempatkan waktu bersama putra putrinya. Di situ orang tua perlu pengorbanan waktu dan kesabaran. Ketika hal ini bisa berjalan maka anak akan merasakan kedekatan, kenyamanan dan kebahagiaan bersama orang tuanya.

2. Orang tua tahu gaya belajar putra putrinya
Setiap anak mempunyai keunikan masing masing, termasuk dalam menerapkan gaya belajar. Perbedaan tersebut dikarenakan tingkat kemampuan yang berbeda dalam menangkap/memahami pelajaran. Anak yang gaya belajarnya visual dapat mengingat pelajaran dengan cepat dan kuat dengan cara melihat. Gaya belajar anak auditori memaksimalkan pendengarannya untuk memahami pelajaran, biasanya lewat percakapan atau cerita. Dan anak yang gaya belajarnya kinestetis ketika belajar sulit untuk berdiam diri atau duduk manis, selalu bergerak dan mengerjakan sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif.
Selama pendampingan belajar di rumah orang tua dengan sendirinya akan tahu gaya belajar anaknya dan secara langsung akan mengetahui kemampuan anaknya.

3. Adanya hubungan komunikatif antara orang tua dan guru.
Pembelajaran di rumah menjadikan orang tua harus aktif mencari informasi kepada gurunya, begitu juga guru terus mencari informasi dari orang tua melalui pelaporan setiap hari. Komunikasi efektif membutuhkan komitmen yang tinggi antara orang tua dan guru. Antara orang tua dan guru harus saling bersinergi agar komunikasi berjalan baik.

Semoga semua pihak baik orang tua maupun guru bisa saling bekerja sama untuk kesuksesan anak anak, sehingga walaupun dalam masa social distancing anak anak masih mendapatkan haknya menuntut ilmu.

Akhirnya kita semua berharap kepada Allah, semoga Allah selalu memberikan kekuatan, kesabaran dan kesehatan dalam menjalankan amanah ini. Semoga bencana covid 19 cepat berlalu. Amiin

Admin

Komentar